Cara Membuat Tortilla Jagung Sendiri di Rumah
Membuat tortilla jagung sendiri di rumah cuma butuh masa harina, air, dan sedikit garam. Adonan yang pas terasa seperti pasir basah yang menyatu saat ditekan, tidak lengket di tangan, dan tidak retak di pinggir. Setelah adonan siap, memasaknya cepat: sekitar satu menit per sisi di atas wajan datar panas.
Bahan dan Peralatan untuk Tortilla Jagung
Masa harina bukan tepung jagung biasa. Masa harina adalah jagung yang sudah dimasak dengan kapur dan digiling halus, sehingga adonannya bisa menyatu tanpa gluten. Tepung jagung biasa tidak akan membentuk adonan yang bisa dipres, jadi jangan menggantinya.
Takaran dasar yang bisa dijadikan patokan: dua cangkir masa harina, sekitar satu setengah cangkir air hangat, dan setengah sendok teh garam. Air hangat membantu masa menyerap cairan lebih merata. Jumlah air bisa berbeda tergantung kelembapan ruangan dan merek masa harina, jadi siapkan air tambahan sedikit-sedikit.
Peralatan yang Benar-benar Dipakai
- Mangkuk lebar untuk mencampur
- Wajan datar anti lengket atau comal, bisa juga wajan besi
- Dua lembar plastik bening tebal atau kantong ziplock yang dipotong sisinya, untuk mempres
- Piring datar atau alat pres tortilla
- Kain bersih untuk menutupi tortilla yang sudah matang
Kalau tidak punya alat pres, piring datar atau dasar gelas bisa dipakai. Yang penting permukaannya rata dan bisa menekan adonan dengan tekanan merata, bukan menekan satu titik saja.
Cara Membuat Tortilla Jagung Sendiri Langkah demi Langkah
1. Campur masa harina dan garam
Aduk rata masa harina dan garam di mangkuk. Pastikan tidak ada gumpalan sebelum air masuk, karena gumpalan yang terbentuk setelah basah jauh lebih sulit dihilangkan.
2. Tuang air hangat bertahap
Tuang sekitar satu cangkir air dulu, lalu aduk dengan tangan atau sendok kayu. Adonan akan terlihat berbutir dan belum menyatu. Tambahkan sisa air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni ringan. Berhenti menambah air ketika adonan sudah bisa dipulung menjadi bola tanpa lengket di telapak tangan.
Kalau adonan terasa terlalu lembek dan menempel, tambahkan satu sendok makan masa harina. Kalau terasa kering dan retak saat dipulung, tambahkan satu sendok makan air. Perubahan kecil seperti ini biasanya cukup, jadi jangan menuang banyak sekaligus.
3. Istirahatkan adonan sebentar
Tutup mangkuk dengan kain lembap dan diamkan sekitar sepuluh menit. Waktu ini memberi kesempatan masa menyerap air secara merata, sehingga adonan lebih mudah dipres dan tidak mudah pecah.
4. Bentuk bola-bola adonan
Ambil adonan sebesar bola pingpong, sekitar 30 gram, lalu bulatkan dengan telapak tangan. Letakkan bola-bola di atas piring dan tutup dengan kain lembap supaya tidak mengering. Adonan yang mengering akan retak saat dipres.
5. Pres adonan di antara plastik
Letakkan satu bola adonan di tengah plastik, tutup dengan lembar plastik kedua, lalu tekan dengan piring datar. Tekan dari tengah ke luar dengan gerakan merata. Ketebalan ideal sekitar dua sampai tiga milimeter. Terlalu tipis membuat tortilla mudah robek, terlalu tebal membuat bagian tengah tidak matang sempurna.
Kalau pinggirnya bergerigi, rapikan dengan menekan ulang bagian tersebut atau langsung masukkan ke wajan. Pinggiran yang sedikit tidak rata tidak masalah untuk tortilla yang akan diisi.
6. Panggang di wajan panas
Panaskan wajan dengan api sedang. Wajan yang terlalu sejuk membuat tortilla keras, wajan yang terlalu panas membuat bagian luar gosong sebelum bagian dalam matang. Letakkan tortilla di wajan tanpa minyak. Panggang sekitar 30 sampai 60 detik sampai muncul bintik-bintik cokelat di sisi bawah, lalu balik.
Setelah dibalik, tortilla biasanya menggelembung di beberapa titik. Ini tanda adonan masih lembap dan panasnya merata. Tekan gelembung dengan spatula supaya matang, lalu balik sekali lagi sebentar jika perlu.
7. Simpan dalam kain hangat
Angkat tortilla dan bungkus dengan kain bersih. Uap yang tertahan di dalam kain membuat tortilla tetap lentur dan tidak cepat mengeras. Susun tortilla bertumpuk di dalam bungkusan yang sama sambil terus memanggang sisa adonan.
Kesalahan yang Membuat Tortilla Pecah atau Keras
Adonan yang retak saat dipres biasanya terlalu kering. Basahi tangan sedikit dan uleni ulang, lalu istirahatkan sebentar. Kalau tortilla mengeras setelah matang, penyebab paling umum adalah wajan yang kurang panas atau memanggang terlalu lama di api kecil.
Menumpuk tortilla tanpa kain penutup juga membuatnya cepat kering di udara. Masalah lain muncul saat adonan dipres terlalu tipis sehingga tidak ada cukup bahan untuk menahan isian.
Menyajikan Tortilla Jagung di Rumah
Tortilla jagung paling enak dimakan selagi hangat. Untuk taco, panaskan sebentar di wajan kering sebelum diisi supaya lentur dan tidak patah saat dilipat. Isian bisa berupa daging panggang, kacang hitam, atau sayuran tumis.
Kalau membuat salsa sebagai pelengkap, resep salsa verde rebus bisa dipakai sebagai saus segar yang tidak pahit. Padanan lain yang cocok adalah guacamole yang tidak cepat menghitam untuk disendokkan di atas taco. Untuk minuman pendamping, pilihan minuman meksiko klasik bisa melengkapi hidangan tanpa perlu resep rumit.
Tortilla sisa bisa disimpan di kulkas selama beberapa hari dalam wadah tertutup. Panaskan kembali di wajan kering sebentar sebelum disantap. Menghangatkan di microwave juga bisa, tapi hasilnya cenderung lebih lembek dibandingkan dipanaskan di wajan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bisa tidak memakai tepung jagung biasa sebagai pengganti masa harina?
Tidak bisa. Tepung jagung biasa tidak mengalami proses nixtamalization, sehingga adonannya tidak menyatu dan tidak bisa dipres menjadi lembaran. Masa harina tersedia di toko bahan makanan atau penjual online.
Berapa lama tortilla jagung buatan sendiri bisa disimpan?
Di suhu ruang, tortilla sebaiknya dimakan di hari yang sama. Di kulkas dalam wadah tertutup, bisa bertahan beberapa hari. Untuk penyimpanan lebih lama, pisahkan antar lembar dengan kertas roti lalu bekukan, dan panaskan kembali di wajan saat akan dipakai.
Kenapa tortilla saya tidak menggelembung saat dipanggang?
Gelembung muncul ketika uap air di dalam adonan terperangkap dan mendorong lapisan tortilla. Kalau tidak muncul, biasanya adonan terlalu kering atau wajan kurang panas. Keduanya masih bisa dimakan, hanya teksturnya kurang lentur. Menambahkan sedikit air pada adonan berikutnya dan memastikan wajan benar-benar panas biasanya memperbaiki hasilnya.